80% Masjid di AS Di Kuasai Imam Radikal

NEW YORK (Berita Terbaru) – Alasan kekukuhan anggota parlemen New York dari Partai Republik Peter King untuk mengadakan sidang kontroversial tentang dugaan pertumbuhan radikal di Amerika akan semakin jelas minggu ini, ketika King mengungkapkan keyakinannya bahwa lebih dari 80% Masjid di negara itu dikendalikan oleh imam radikal.

Dalam sebuah wawancara dengan Laura Ingraham Show, King memaparkan keyakinannya tentang luasnya kepemimpinan radikal di tempat ibadah kaum Muslim di negara tersebut.

Ketika ditanya pendapatnya tentang seberapa menyebarnya sentimen jihad radikal di Masjid-masjid AS dan berapa banyak Masjid yang terinfeksi, King menjawab, “Satu-satunya kesaksian nyata yang kita miliki tentang ini adalah dari Sheikh Kabbani yang merupakan pemimpin Muslim di era pemerintahan Clinton. Dia bersaksi tahun 1999 dan 2000 di Departemen Luar Negeri bahwa dia rasa lebih dari 80% Masjid di negara ini dikendalikan oleh imam radikal. Jelas dari apa yang aku saksikan dan alami, jumlah itu tampaknya akurat.”

Merujuk pada kesaksian berusia satu dekade tampaknya merupakan landasan meluncur yang aneh bagi klaim sekonyol itu, terutama mengingat keberadaan masalah yang lebih terkini, bersumber lebih baik, yang terkait dengan penelitian.

ThinkProgress merujuk pada studi Masjid Detroit tahun 2004, yang dilakukan oleh Institute for Social Policy and Understanding, yang menemukan bahwa mayoritas Muslim Amerika memiliki pandangan ekstrimis.

Sebuah studi yang lebih baru, digarisbawahi dalam sebuah artikel New York Times tentang pertumbuhan gerakan anti-Masjid selama puncak kontroversi Masjid Ground Zero musim panas ini, menyimpulkan bahwa Masjid-masjid saat ini sebenarnya adalah penggertak terhadap menyebarnya militan dan terorisme.

“Penelitian kami menyatakan bahwa inisiatif yang memperlakukan Muslim Amerika sebagai bagian dari solusi untuk masalah ini kemungkinannya akan lebih berhasil,” ujar David Schanzer, rekan penulis. “Organisasi Muslim Amerika dan mayoritas individu yang kami wawancarai menolak tegas ideologi ekstrimis yang membenarkan penggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik.”

Peter King, ketua Komite Keamanan Dalam Negeri yang berencana mengadakan dengar pendapat tentang “radikalisasi” Muslim Amerika, mengatakan dalam acara radio Frank Gaffney minggu lalu bahwa kaum Muslim bukan orang Amerika sejati dalam memberantas terorisme.

Bergabung dengan teoris konspirasi anti-Muslim Frank Gaffney dalam acara radionya minggu lalu, King menggandakan janjinya untuk meluncurkan perburuan terhadap kaum Muslim. Dia mengulangi kesalahan yang dia nyatakan sebelumnya, bahwa Muslim Amerika tidak pernah bekerjasama untuk memberantas terorisme. Tapi sebagai tambahan pada klaim itu, King membuat pernyataan luar biasa bahwa Muslim Amerika bukan “orang Amerika” jika berbicara tentang perang. “Ketika perang dimulai,” ujar King, “Setiap kelompok etnis dan agama bersatu sebagai bangsa Amerika. Tapi dalam kasus ini,” King merujuk pada kaum Muslim,” bukan itu situasinya. Entah itu tradisi budaya, atau apapun, faktanya adalah komunitas Muslim tidak bekerjasama sampai sejauh yang seharusnya.”

-Suaramedia.com

Perihal mahesya
pengangguran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: