Terkait Mavi Marmara, AS Bela Israel

WASHINGTON (Berita Terbaru) – AS telah menggambarkan sebuah penyelidikan Israel ke dalam sebuah penyerangan terhadap konvoi Flotilla Pembebasan Gaza yang membunuh semblian aktivis Turki sebagai sebuah upaya “kredibel dan tidak memihak”.

Pujian-pujian terebut datang setelah sebuah panel penyelidikan Israel mengumumkan serangan militer Tel Aviv pada Flotilla Pembebasan sebagai “legal” di bawah hukum internasional, kantor berita harian Ha’aretz memberitakan.

Panel tersebut juga mengklaim bahwa para tentara Israel yang ambil bagian dalam pembunuhan sembilan aktivis tersebut bertindak dalam keadaan membela diri mereka.

Panel penyelidikan tersebut juga menegaskan bahwa blokade tiga tahun setengah Israel pada Jalur Gaza tidak melanggar hukum internasional.

Para aktivis yang berada di atas konvoi kapal bantuan tersebut, yang diserang di perairan internasional, tidak bersenjata dan hanya berencana untuk mengirimkan bantuan pada Jalur Gaza yang daerahnya diblokade oleh Israel.

“Kami berpikir bahwa ini adalah sebuah laporan independen, kredibel dan tidak memihak dan penyelidikan transparan yang telah dilakukan oleh Israel,” juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip J. Crowley mengatakan.

Sementara itu, sebuah komite independen Turki yang menyelidiki kejadian tersebut menyimpulkan pada Minggu (23/1) bahwa “Angkatan Darat Israel menggunakan satuan pasukan yang berlebihan terhadap Mavi Marmara (pimpinan kapal dari enam kumpulan konvoi kapal lainnya).”

Komando Israel menyerang konvoi tersebut di perairan internasional pada 31 Mei 2010, membunuh sembilan aktivis Turki dan melukai sekitar 50 yang lainnya.

Serangan Israel pada konvoi bantuan tersebut memicu kecaman internasional, menyebabkan para anggota Knesset (parlemen Israel) merancang sebuah komisi untuk menyelidiki kelegalan serangan tersebut begitu juga dengan pemblokadean Gaza.

Menanggapi laporan Israel tersebut, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa laporan tersebut “tidak memiliki nilai atau kredibilitas,” dengan Kementerian Luar Negeri Turki mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa pihaknya “terkejut dan kecewa” pada penemuan komite penyelidikan Israel.

Menyusul kekecewaan Turki dengan menduga adanya kepemihakan, Crowley mengatakan bahwa Washington telah selalu “mendukung atas upaya oleh Israel tersebut, dan telah ada sebuah – penyelidikan yang kami pikir ini adalah sebuah laporan independen, kredibel dan tidak memihak dan transparan yang telah dilakukan oleh Israel.”

Crowley menambahkan bahwa laporan Israel berkontribusi “pada proses yang lebih luas yang berlanjut melalui Sekretaris Jenderal,” mengatakan bahwa ada “lebih banyak pekerjaan yang dikerjakan, keduanya, pada laporan Israel dan kemudian pada panel Sekretaris Jenderal.”

Sebelumnya, pada Senin, Turki merilis rincian laporannya sendiri ke dalam penyerangan kapal bantuan tersebut, mengatakan bahwa dua dari aktivis yang tewas tersebut terbunuh di atas kapal Mavi Marmara, ditembak dari sebuah helikopter militer.

“Pasukan Israel menembak dari helikopter ke atas Mavi Marmara menggunakan amunisi langsung dan membunuh dua penumpang sebelum adanya pasukan Israel turun ke atas dek kapal,” kata laporan tersebut, dipublikasikan oleh kantor berita yang dijalankan pemerintah, Anatolian.

“Selama serangan tersebut, tekanan berlebihan, tidak pandang bulu, dan tidak sepantasnya digunakan oleh pasukan Israel terhadap para penduduk sipil di atas kapal tersebut,” laporan tersebut mengatakan.

-www.suaramedia.com

Perihal mahesya
pengangguran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: